Pengertian
Penyakit Gondok
adalah pembengkakan di leher (di bawah jakun atau laring) karena kelenjar
tiroid yang membesar.Dalam bahasa kedokteran disebut penyakit kelenjar tiroid,
di mana kelenjar ini akan memproduksi hormon tiroid yang berfungsi menstimulasi
metabolisme dari sel-sel di tubuh. Umumnya kasus keganasan pada kelenjar
tiroid, lebih tinggi terjadi pada laki-laki, dan jika tiroidnya sudah diangkat
maka ia harus mengonsumsi obat seumur hidup karena tidak ada lagi yang bisa
memproduksi hormon tiroid di dalam tubuh.
Gejala-gejala Penyakit Gondok
Tidak semua penderita gondok
mengalami gejala. Namun apabila terjadi gejala , maka munculnya benjolan
abnormal atau pembengkakan pada leher adalah tanda utama yang akan dikeluhkan
oleh pasien.
Ukuran benjolan gondok
berbeda-beda pada tiap penderita. Benjolan yang berukuran kecil biasanya tidak
akan menimbulkan keluhan apapun. Meski demikian, benjolan tersebut dapat
memengaruhi pernapasan serta menyebabkan penderita sulit menelan jika ukurannya
bertambah besar.
Gejala-gejala lain yang mungkin
menyertai pembengkakan meliputi tenggorokan yang terasa membengkak, perubahan
suara (misalnya menjadi serak), batuk-batuk, serta kesulitan bernapas dan
menelan.
Jika merasakan gejala-gejala di
atas, terutama bagi penderita dengan benjolan yang terus membesar dan mengalami
kesulitan bernapas atau menelan, Anda sebaiknya segera memeriksakan diri ke
dokter.
Jenis-jenis Penyakit Gondok
Terdapat dua jenis gondok, yaitu
gondok difus dan nodul. Pengelompokan ini berdasarkan tekstur benjolannya.
Benjolan pada gondok difus
terasa mulus saat disentuh. Sementara pada gondok nodul, benjolan terasa tidak
rata dan bergumpal. Permukaan yang tidak rata tersebut disebabkan oleh adanya
satu atau lebih benjolan berukuran kecil atau apabila terdapat cairan dalam
benjolan.
Penyebab Penyakit Gondok
Gondok terkadang sulit ditemukan
penyebabnya karena sangat beragam. Tetapi ada beberapa faktor yang umumnya bisa
memicu penyakit ini. Di antaranya adalah:
Hipertiroidisme dan
hipotirodisme. Penyakit gondok dapat terjadi karena kinerja kelenjar tiroid
yang berlebihan (hipertiroidisme) atau menurun (hipotiroidisme). Keduanya akan
memicu pembengkakan kelenjar tiroid. Hipertiroidisme kebanyakan disebabkan oleh
penyakit Graves. Sementara hipotiroidisme dapat dipicu oleh kekurangan yodium
atau penyakit Hashimoto. Penyakit Hashimoto dan penyakit Graves merupakan
kondisi autoimun.
Defisiensi yodium. Yodium dibutuhkan
kelenjar tiroid untuk memproduksi hormon tiroid. Zat ini dapat ditemukan dalam
ikan, tiram, rumput laut, sereal, biji-bijian, serta susu sapi. Karena
kekurangan yodium, kinerja kelenjar tiroid akan menurun dan mengalami
pembengkakan.
Merokok. Asap tembakau yang
mengandung senyawa tiosianat dapat memengaruhi kemampuan tubuh dalam menyerap
yodium.
Keberadaan nodul dalam kelenjar
tiroid. Kebanyakan nodul ini sifatnya jinak. Namun demikian, tetap memerlukan
pemeriksaan yang menyeluruh untuk menyingkirkan kemungkinan keganasan.
Pengaruh kanker tiroid.
Inflamasi kelenjar tiroid akibat
infeksi virus, bakteri, atau obat-obatan tertentu.
Perubahan hormon karena
pubertas, kehamilan, dan menopause.
Pajanan radiasi, misalnya saat
menjalani radioterapi.
Pengaruh obat litium yang
umumnya digunakan untuk menangani depresi dan gangguan bipolar.
Faktor-faktor Risiko Penyakit
Gondok
Gondok dapat menyerang siapa
saja, tapi ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk
terkena penyakit ini. Faktor-faktor pemicu tersebut meliputi:
Usia. Risiko gondok akan
emningkat pada usia 40 tahun ke atas.
Jenis kelamin. Wanita memiliki
risiko lebih tinggi untuk mengalami gangguan tiroid dibandingkan pria.
Faktor keturunan. Memiliki
anggota keluarga yang mengidap kanker tiroid atau penyakit autoimun akan
meningkatkan risiko penyakit gondok.
Obat-obatan seperti amiodarone
serta yang mengandung litium.
Kehamilan dan menopause. Risiko
gangguan tiroid meningkat pada saat wanita sedang hamil atau menopause, tapi
penyebabnya belum diketahui dengan pasti.
Proses Diagnosis Penyakit Gondok
Kelenjar tiroid yang membengkak
umumnya dapat diketahui oleh dokter melalui pemeriksaan fisik yang sederhana.
Pemeriksaan ini memungkinkan dokter untuk mendeteksi ukuran dan tekstur
benjolan serta jenis penyakit gondok.
Penderita juga akan diminta
menjalani evaluasi fungsi tiroid untuk memastikan penyebab di balik
pembengkakan kelenjar. Pemeriksaan ini dilakukan melalui tes darah untuk
mengukur kadar hormon T3, T4, dan TSH (thyroid-stimulating hormone atau hormon
perangsang tiroid). T3 dan T4 merupakan hormon tiroid utama yang ada dalam
tubuh, sedangkan TSH merupakan pusat kontrol produksi hormon tiroid dalam tubuh
manusia. Kadar hormon tiroid yang lebih rendah atau tinggi dari normal umumnya
mengindikasikan risiko seseorang untuk mengidap penyakit ini.
Ada sejumlah tes lain yang
dilakukan untuk memberikan informasi yang lebih mendetail mengenai kondisi
pasien. Beberapa di antaranya meliputi:
Pemindaian tiroid. Proses ini
melibatkan isotop radioaktif untuk memeriksa ukuran dan jenis benjolan tiroid.
Karena itu, tes ini sebaiknya dihindari oleh ibu hamil.
Pemeriksaan USG yang digunakan
untuk mengonfirmasi ukuran dan jenis benjolan. Begitu pula dengan keberadaan
nodul yang mungkin tidak ditemukan lewat pemeriksaan fisik.
Biopsi. Prosedur ini dilakukan
melalui aspirasi jarum halus dianjurkan guna mengetahui jenis sel yang ada
dalam benjolan.
Pencegahan Penyakit Gondok
Pencegahan penyakit gondok
disesuaikan dengan kondisi yang mendasarinya.
Gondok akibat defisiensi yodium.
Konsumsi garam yang tinggi yodium serta penggunaan yodium sebagai salah satu
bahan dasar adonan merupakan cara sederhana untuk mencegah gondok. Selain itu,
yodium juga dapat diberikan dalam bentuk suplemen.
Gondok akibat kondisi tiroiditis
autoimun. Penderita tiroiditis autoimun mungkin akan diresepkan obat
levotiroksin dan obat antiinflamasi jika diperlukan. Kedua jenis obat ini
bertujuan untuk mencegah terjadinya gondok di kemudian hari.
Gondok bawaan (kongenital).
Gondok yang sudah terjadi sejak lahir ini dapat dicegah gejalanya dengan
pengobatan levotiroksin selama beberapa saat setelah bayi dilahirkan.
Penggunaan obat ini harus berhati-hati dan sesuai dengan resep dokter.
Langkah Pengobatan Penyakit Gondok
Gondok dapat ditangani dengan
beberapa cara. Penentuan langkah ini tergantung pada beberapa faktor, yaitu
ukuran benjolan, gejala yang dirasakan, serta penyebab dasar terjadinya gondok.
Benjolan yang kecil dan tidak
menyebabkan gejala umumnya tidak langsung ditangani. Dokter akan memantau
perkembangan kondisi Anda sebelum melakukan tindak lanjut karena gondok Anda
mungkin bisa sembuh tanpa membutuhkan penanganan.
Obat penurun hormon tiroid
Thionamide akan menurunkan kadar
hormon tiroid dengan menghambat proses produksinya. Obat ini digunakan untuk
mengatasi hipertiroidisme. Efek sampingnya meliputi mual, nyeri pada sendi,
ruam ringan, serta penurunan jumlah sel darah putih secara mendadak.
Terapi penggantian hormon
Langkah ini dilakukan untuk
menangani hipotirodisme dengan menggantikan hormon tiroid dan umumnya harus
dijalani seumur hidup. Contoh obatnya adalah levothyroxine.
Terapi yodium radioaktif
Terapi ini juga termasuk
penanganan untuk hipertiroidisme. Yodium radioaktif yang dikonsumsi akan
menghancurkan sel-sel tiroid. Metode pengobatan ini terbukti dapat mengecilkan
ukuran benjolan, tapi juga bisa memicu hipotiroidisme.
Langkah operasi
Benjolan yang terus membesar
hingga mengganggu pernapasan dan menyebabkan penderita sulit menelan umumnya
ditangani dengan operasi. Langkah ini akan dilakukan dengan tiroidektomi, yaitu
prosedur pengangkatan sebagian atau seluruh kelenjar tiroid. Prosedur ini juga
disarankan bagi penderita yang diduga memiliki benjolan tiroid yang mengandung
sel-sel kanker.
Tiap operasi pasti memiliki
risiko, termasuk tiroidektomi. Walau kemungkinannya tergolong kecil, pasien
yang menjalani prosedur ini berpotensi mengalami komplikasi kerusakan pada
saraf dan kelenjar paratiroid.
Contoh kerusakan saraf yang
mungkin terjadi adalah perubahan suara dan gangguan pernapasan. Komplikasi ini
bisa bersifat sementara atau permanen. Sedangkan kerusakan pada kelenjar
paratiroid akan memengaruhi pengaturan kadar kalsium dalam darah dan tulang.
Selain berbagai jenis terapi di
atas, penderita penyakit gondok juga disarankan untuk mengikuti pola makan
khusus, antara lain:
Diet tinggi yodium. Pada
penderita penyakit gondok yang disebabkan oleh rendahnya kadar yodium, konsumsi
garam yang tinggi yodium dapat membantu mengecilkan ukuran gondok. Selain itu,
suplemen yodium atau obat levotiroksin dapat diresepkan untuk mengatasi masalah
ini.
Diet rendah cyanoglucoside.
Cyanoglucoside adalah senyawa alami yang mampu menghambat transportasi yodium
pada kelenjar tiroid. Oleh karenanya, batasi konsumsi makanan yang banyak
mengandung cyanoglucoside seperti singkong, maizena (jagung-jagungan), rebung,
dan kentang manis.
Komplikasi Penyakit Gondok
Apabila terlambat ditangani atau
tidak ditangani dengan baik, gondok mungkin dapat menyebabkan beberapa
komplikasi seperti:
Penekanan pita suara
(trakea). Hal ini dapat terjadi apabila
gondok berukuran cukup besar sehingga menekan jaringan sekitarnya, terutama
trakea. Selain suara menjadi serak, pasien juga dapat mengalami kesulitan
bernapas.
Sepsis. Sepsis atau infeksi
darah dapat terjadi pada saat terjadi tiroid abses, yakni kondisi di mana
terdapat kumpulan nanah pada kelenjar tiroid.
Nyeri, Perdarahan, dan Kematian
Jaringan. Ketiganya dapat terjadi pada gondok jenis nodul.
Limfoma. Gondok yang multinodul
(berjumlah lebih dari satu) dan gondok yang disebabkan oleh kondisi autoimun
berisiko untuk mengalami transformasi keganasan pada kelenjar tiroid, yakni limfoma.
